Minggu, 24 Agustus 2014

Di Toilet Sekolah SD

Namaku Ardy (Nama Samaran) Sekarang aku masih kelas 6 SD. Aku memiliki kebiasaan yang tidak biasa yaitu menyukai sesama jenis. Hal ini dimulai sejak kelas 3 SD. Awalnya aku hanya melihat video porno dari handphone pamanku, karena penasaran bagaimana rasanya penisku mengeluarkan air mani/sperma, akhirnya aku melakukan onani. Saat itu sebenarnya aku masih normal tetapi aku berfikir bagaimana rasanya diperkosa oleh sesama jenis. Karena itu aku mulai mengalami penyimpangan seksual. Jadi saat onani aku membayangkan aku berhubungan dgn sesama laki-laki. Sejak kelas 3 sampai sekarang setiap hari pasti aku melalukan onani. Aku sudah tidak bisa menghitung berapa kali aku melakukannya. Bahkan terkadang 1 hari bisa onani 4 kali. Dan pertama kali melakukan sex dengan teman sekelasku, dan ini baru berakhir tadi siang jam 13.00.
Awalnya seperti biasa paginya aku berangkat sekolah pukul 06.15. Lalu pelajaran di mulai. Saat akan pulang pasti sekolahku melalukan sholat dzuhur berjamaah. Sebelum solat aku memberi tahu kalau nanti aku mau memberi tahu hal rahasia. Tapi di kamar mandi.
Setelah selesai sholat kami menuju kamar mandi, awalnya dia tidak tahu, kalau aku akan melakukan hal itu. Dia hanya mengira aku hanya akan membicarakan hal rahasia. Sesampainya di kamar mandi aku langsung menutup dan mengunci pintunya. Langsung dia bertanya "Ada apa?" Lalu aku memengang kontolnya yang belum di masih di dalam celana seragamnya. Aku lalu berkata "Lihat dong" dia lalu membuka celananya sambil malu-malu. Terlihat batang kontol yang masih lemas.Kemudian aku langsung jongkok dan menjilatnya, tapi dia mundur sambil kebingungan, aku pun berkata "Ayo dong! Sekali aja" dia akhirnya mau dan aku jongkok untuk mengulum kontolnya. Saat masuk mulutku aku merasa ada yang asin dan manis di kontolnya, sesaat kemudian kontolnya langsung tegang, dia terus melihati kontolnya yang sedang aku jilati. Sesekali aku berhenti dan mengocok kontolnya. Dia terkadang merasa kesakitan bercampur nikmat. Sayangnya dia menyuruhku berhenti sebelum dia mengeluarkan spermanya. Padahal aku berharap sekali spermanya muncrat di dalam mulutku. Setelah itu kami saling membersihkan diri dan pulang kerumah masing-masing.